1.PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
dengan dibuat seperti itu saja. Contohnya ayam goreng, ayam bakar,pepes ayam dll,maka dari itu kami ingin membuat inovasi masakan terbaru dengan bahan baku ayam. Dengan harga yang reltif murah serta dengan rasa yang enak dilidah sehingga para pengunjung merasa penasaran dengan masakan Dalam memulai usaha dalam bidang apapun, maka yang pertama kali harus diketahui adalah peluang pasar dan bagaimanan menggaet order. Bagaimana peluang pasar yang hendak kita masuki dalam bisnis kita dan bagaimana cara memperoleh order tersebut. Yang kedua adalah kita harus mampu menganalisa keunggulan dan kelemahan pesaing kita dan sejauh mana kemampuan kita untuk bersaing dengan mereka baik dari sisi harga, pelayanan maupun kualitas. Yang ketiga adalah persiapkan mental dan keberanian memulai. Singkirkan hambatan psikologis rasa malu, takut gagal dan perang batin antara berkeinginan dan keraguan. Jangan lupa harus siap menghadapi resiko, dimana resiko bisnis adalah untung atau rugi. Semakin besar untungnya maka resikonya pun semakin besar. Yang terpenting adalah berani mencoba dan memulai. Lebih baik mencoba tapi gagal disbanding gagal mencoba. Dengan memperhatikan Studi kelayakan Proyek dan R
iset
Pemasaranya maka kita dapat menentukan jenis usaha apa atau produk apa yang
akan kita kerjakan, dengan demikian resiko kegagalan dapat ditekan seminimal
mungkin.
PROPOSAL USAHA KECIL
RM. AYAM KREMES
2.
PENDAHULUAN
2.1 Tujuan
Pengembangan Proyek
Dalam rangka
meningkatkan pendapatan Keluarga pada saat krisis ekonomi yang berkepanjangan
seperti saat ini diperlukan usaha usaha yang bersifat Agresif,Kreatif,Penuh
perhitungan dan Berorientasi Pasar. Usaha tersebut juga diharapkan mampu
memberikan peluang kerja bagi tenaga kerja potensial yang saat ini jumlahnya
sangat melimpah baik,itu angkatan kerja baru maupun angka
tan kerja
yang oleh karena kondisi perekonomian Makro terpaksa harus menganggur akibat
tidak adanya kesempatan bekerja atau terkena PHK.
Dengan demikian tujuan dari pengembangan Proyek itu sendiri ada dua yaitu dari
Aspek Ekonomi dan dari Aspek Sosial,Aspek Ekonomi adalah untuk meningkatkan
pendapatan sementara Aspek sosial adalah untuk membantu Masyarakat dalam
mengatasi Pengangguran.
2.2 Studi
Kelayakan Proyek
Dari
Pengamatan Langsung dan dari data jumlah Mobil /Sepeda Motor yang melakukan
Parkir di Rumah Makan Ayam Goreng yang sudah Cukup terkenal di bogor dimana
rata rata pengunjung setiap hari mencapai lebih dari 100 orang maka dapat
diambil kesimpulan sementara bahwa Ayam Goreng Kremesan cukup laris dan
memasyarakat serta dari segi Ekonomi layak untuk dijadikan Produk yang akan
dipasarkan. Dengan mengambil Asumsi bahwa kita dapat menjual 10 ekor ayam/per
hari dengan harga Rp.40.000/per ekor maka kita akan mendapat omset sebesar
Rp.400.000/hari. Harga jauh lebih rendah dibandingkan produk sejen
is yang
ditawarkan oleh pesaing lainnya. Dari harga kita pasti unggul,sehingga para
pengunjung melihat dari harga.
Keuntungan
yang akan diperoleh per ekor dimana Faktor biaya dihitung sbb :
1.Harga Ayam Hidup : Rp.28.000,-/Ekor
2.Biaya Bumbu dll : Rp. 2.500,-/Ekor
3.Biaya Tenaga Kerja : Rp. 2.000,-/Ekor
4.Biaya Iklan : Rp. 1.000/Ekor
5.Biaya
distribusi : Rp. 500/Ekor
Total Biaya : Rp.34.000,-/Ekor
Keuntungan
bersih diperoleh dari harga jual sebesar Rp.40.000,- dikurangi Total biaya
sebesar Rp.34.000- dengan demikian didapat Rp.6.000,-/Ekor Ayam.
Dengan demikian Ekspetasi Return on equity
yang akan
diperoleh adalah sebesar 15% dihitung dari perbandingan keuntungan dan Modal
yang dikeluarkan.
2.3 Usulan
Proyek
Dari Studi
Kelayakan Proyek yang telah dilakukan dimana Ekspetasi return on equity
diharapakan adalah 15 % maka kiranya Proyek Ayam Goreng Kre
mesan ini
layak untuk dipertimbangkan.
Faktor lain yang juga mendukung layaknya usulan proyek ini adalah ketersediaan
bahan baku ayam kampung yang cukup melimpah di daerah Jogjakarta dan Sekitarnya
sehingga ada jaminan terhadap supply stock bahan baku dan kelangsungan dari
usaha ini akan terjamin.
Mudahnya membuat ayam Goren
g Kremesan
serta tidak perlu memakai resep yang sulit juga hal yang perlu dipertimbangkan
untuk mewujudkan Produk ini.
PROPOSAL USAHA KECIL
RM. AYAM KREMES
3.
PENGEMBANGAN PRODUK
3.1 Konsep
Produk
Seperti
telah diketahui bersama ada beberapa jenis masakan Ayam Goreng beberapa
diantaranya adalah Ayam Goreng Manis ,Ayam Goreng Model Kentucky,Ayam Goreng
Asin ,Ayam Goreng Kremesan serta banyak lagi yang lainnya.
Sedangkan
Ayam Goreng yang akan dipasarkan yaitu model Ayam Goreng Kremesan, hal ini
mengingat animo masyarakat terhadap jenis ayam goreng sep
erti ini.
Konsep Produk yang kita tawarkan sebenarnya tidak jauh berbeda dari Konsep yang
telah ditawarkan oleh mereka yang memasarkan lebih dulu.
Dengan rasa
yang Khas,Gurih,Renyah ,tulangnya lunak dan terkesan elegan apabila membeli
Ayam Goreng ini maka dapat dikatakan ayam Goreng Produk kita adalah produk Mitu
dari Produk sejenis yang ada di pasar ini.
3.2
Pengembangan Produk
Pengembangan
produk kedepan untuk produk ayam goreng ini agak sulit mengingat bahwa Model
atau jenis dari masakan Ayam Goreng memiliki karakteristik tersendiri,pasar
tersendiri dan langganan atau customer tersendiri pula. Kemungkinan yang dapat
dikembangkan adalah cara penyajian ataupun cara pendistribusian ke langganan.
Jenis Ayam Goreng model Kentucky mungkin menjadi pilihan apabila diperlukan
pengembangan terhadap Produk Ayam Goreng Kremesan mengingat sama sama men
ggunakan
Tepung dan mudah dalam Proses membuatnya.
3.3 Uji
Produk
Setelah kita
mampu membuat produk Ayam Goreng Kremesan,maka produk ini perlu di uji coba ke
para calon pelanggan untuk mengetahui kekurangannya. Uji coba ini meliputi
taste atau rasa,kekenyalan,kering atau tudaknya yang tidak kalah penting
Higienisnya. Diperlukan kurang lebih 10 orang yang berbeda dari tingkat
umur,pekerjaan,tingkat pendidikan serta jenis kelaminnya.Dengan demikian kita
dapat mengukur kira kira Produk ayam goreng seperti apa yang mereka inginkan.
3.4
Persiapan Produksi
Setelah kita
mengetahui keinginan konsumen konsumen seperti apa maka tahap selanjutnya
adalah persiapan produksi. Persiapan Produksi akan meliputi beberapa Aspek,yang
paling utama adalah persiapan Sumber Daya Manusia,Bahan Baku utama,Bahan baku
tambahan,Alat Pe
ngolah,Tempat
Produksi,serta yang tak kalah penting adalah Sumber Pendanaan.
Sumber Daya Manusia dalam Aspek Produksi sangat penting perannya mengingat
produk Ayam Goreng ini sebagian besar atau bahkan seluruhnya dikerjakan secara
manual,untuk itu tenaga yang terampil dalam mengolah Ayam Goreng mutlak
diperlukan.
Ketersediaan Bahan Baku utama yaitu ayam kampung mesti terjaga stock dan
jumlahnya sebab kelangsungan Produksi akan terjaga dengan terjaganya stock yang
cukup,mengenai bahan baku tambahan berupa bumbu bumbu dan alat pengolah ayam
Goreng Walaupun kontribusi terhadap proses produksi relative kecil namun
keberadaannya mutlak diperlukan.
Yang tak
kalah penting adalah sumber pendanaan dari Proyek Ayam Goreng Kremesan
ini,sumber ini dapat diperoleh dari berbagai macam sumber bias dari kredit Bank
atau dari simpanan pribadi .
Mengingat
Jumlah Dana yang diperlukan tidak terlalu besar maka sebaiknya sumber pendanaan
akan lebih baik dari Pribadi,modal yang diperlukan dengan perkiraan Omset per
hari adalah Rp.450.000,-adalah sekitar Rp.5.000.000,-
Namun apabila dirasa kurang dapat mengajukan permohonan kredit Bank dimana saat
ini Bank Berlomba lomba memberikan Kredit tanpa agunan untuk skala kecil
menengah.
PROPOSAL USAHA KECIL
RM. AYAM KREMES
4.
POSITIONING PRODUK
4.1 Segmentasi Targeting dan P
ositioning
Produk
Segmentasi
Produk adalah proses menempatkan Konsumen dalam subkelompok di Pasar Produk
,sehingga pembeli memiliki tanggapan yang hampir sama dengan strategi
perusahaan (“ Perilaku Konsumen” , Nugroho J setiadi ). Dengan kata lain
Segmentasi Pasar adalah Proses mengkotak kotakan Pasar yang heterogen kedalam
potensial Customer yang memiliki kesamaan kebutuhan dan atau kesamaan karakter
yang memiliki respon yang sama dalam membelanjakan uangnya.
Variabel yang digunakan untuk menen
tukan segmen
pasar adalah dari Geografi,Demografi,Psikografi,dan Behavior (Tingkah Laku)
untuk Ayam Goreng Kremesan ini kita akan mengambil Segmen Variabel Psikografi
dimana segmen kelas sosial menengah bawah adalah menjadi segment pasar Ayam
Goreng Kremesan ini.
Setelah kita mampu mengindentifikasi Segmen pasar dimana dalam hal ini kita
mengambil Segmen tingkat sosial,maka selanjutnya Segmen tingkat sosial menengah
bawah akan menjadi sasaran atau target pemasaran.Dalam hal positioning Produk
Ayam Goreng Kremesan ini akan kita posisikan sebagai Produk Ayam Goreng dengan
rasa yang sama dengan Ayam Goreng Kremesan yang su
dah terkenal
namun harganya terjangkau oleh Masyarakat kalangan bawah (Murah). Atau dengan
kata lain yang lebih simple adalah Ayam Goreng Kremesan dengan rasa yang enak
dan harga murah.
Positioning ini mengacu pada teori dimana Positioning Produk harus Jelas ,Berbeda
dan memiliki nilai lebih.
PROPOSAL USAHA KECIL
RM.AYAM KREMES
5.MARKETING
MIX
5.1
Penentuan Harga
Setelah
menentukan Positioning Produk maka langkah yang selanjutnya adalah penjabaran
dari Positioning tersebut yaitu dengan Bauran Pemasaran atau yang lebih
terkenal adalah Marketing Mix
Marketing Mix untuk Produk konsumsi ada
lah
mengikuti Kaidah kaidah yang ada,dimana dalam hal ini Strategi Penentuan
Harga,Produk/Merek,Promosi,dan Place/Tempat/Distribusi haruslah betul betul
berbeda dari Produk yang sudah ada,sehingga dalam hal ini betul betul ada
Deferensiasi.
Dalam hal Ayam Goreng Kremesan dimana Target Konsumen yang ditetapkan adalah
segmen menengah bawah maka Faktor Harga menjadi sangat sensitive,untuk itu
dalam menentukan harga betul betul dipertimbangkan apakah Produk kita dengan
harga yang telah ditetapkan dapat terjangkau oleh masyarakat bawah. Dan
selanjutnya adalah apakah dengan harga murah tersebut kita masih mendapatkan
untung.
5.2
Penentuan Produk dan Merk
Penentaun
Merek produk dapat dilkakukan berda
sarkan nama
generic dari Produk tersebut,umumnya produk Makanan lebih memilih nama Generic
dari Produk yang dibuat dengan ditambah label tertentu.
Semisal ayam
Goreng Suharti,Ayam Goreng Maryati,Soto Pak Marto,Soto Sholeh dan lain
sebagainya,label ini sebenarnya justru yang menjadi penguat Citra dari Produk
makanan tersebut. Masyarakat akan lebih mengenal Label Makanan dari pada hanya
nama Genericnya saja.
Dengan
demikian dalam membuat ayam Goreng Kremesan ini kita tidak boleh memberi nama
hanya Ayam Goreng Kremesan begitu saja,namun harus ada label tertentu dimana
label ini menjadi Faktor pembeda dari produk lain yang sejenis. Nama untuk Ayam
Goreng juga da
pat
diberikan semisal asal resep,atau tempat membuatnya atau mungkin juga nama
jalan dimana Ayam Goreng ini dibuat.
5.3 Promosi
Dalam
melakukan Promosi dapat ditempuh dengan berbagai cara,namun secara garis besar
promosi dapat dibedakan menjadi dua hal yaitu Above The Line (ATL)dan Below the
line(BTL).
Promosi Above The line adalah promosi yang menggunakan media Cetak dan media
Elektronik dalam hal ini semisal Iklan di TV,Radio,dan Koran/Majalah.Sement
ara itu
Iklan Below the Line adalah iklan yang biasanya langsung bersentuhan dengan
Konsumen misalnya adalah Sponsorship didalam Event event tertentu,Direct
mail,Demo Memasak dan lain sebagainya.
Untuk Produk ayam goreng Media Promosi y
ang tepat
sebenarnya adalah Promosi langsung ke konsumen,dimana konsumen disuruh untuk
mencoba memakannya dengan harapan mereka akan selalu ingat akan rasa Ayam
goreng tersebut dan diharapkan dapat menjadi media
untuk
mempromosikan kepada orang lain. Hal ini juga mengingat akan keterbatasan Dana
untuk melakukan promosi Above The Line misalnya.
5.4
Distribusi/ Tempat Penjualan
Tempat
penjualan produk ayam goreng ini hendaknya dipilih tempat yang benar benar
Strategis,dengan Trafic yang padat dan Jumlah Populasi orang di sekitar tempat
penjualan padat.
Karena dengan pemilihan tempat yang tepat akan sedikit banyak menimbulkan Efek
Buying Signal,Orang yang tadinya belum tahu keberadaan Produk kita akan dengan
segera tahu,dengan demikian Faktor Manusia yang biasanya suka mencoba coba hal
hal baru akan timbul.
PROPOSAL USAHA KECIL
RM.AYAM KREMES
6.UJI
PEMASARAN
6.1 Strategi
Penjualan
Dalam hal
strategi Penjualan akan lebih banyak berkaitan dengan Masalah
Distribusi,Penyajian,dan tempat Penjualan. Strategi yang biasanya dianut untuk
Pema
saran produk
dengan skala kecil,bersifat home industri,berupa makanan biasanya adalah menganut
penjualan langsung tanpa perantara,hal ini sangat berlainan sekali dengan
Produk produk food maupun Produk non food yang sudah berskala industri menengah
atas yang suka atau tidak suka harus menggunakan jasa Distributor untuk
memasarkannya.
Namun demikian guna mengantisipasi penjualan mungkin dapat dilakukan dengan
cara cara baru dimana kita tidak menunggu Konsumen namun jus
tru kita
yang mendatanginya.
Sebagai Kota salah satu tujuan Pariwisata Keberadaan dari Produk ayam Goreng
Kremesan ini sangat unik, tidak banyak Produk seperti ini beredar di luar
jogja,untuk itu ,pada saat saat High Season saat liburan mungkin dapat
dimanfaatkan sebagai sarana penjualan.
Cara yang kita gunakan adalah dengan pendekatan kepada Tour Leader untuk
memasukan Ayam goreng Kremesan ini dalam menu makanan atau bisa saja ayam
Goreng Kremesan ini dijadikan Oleh oleh buat peserta tour. Cara lain yang juga
dapat kita gunakan dalam melakukan penjualan adalah dengan mendatangi instansi
instansi pemerintah atau swasta untuk melakukan penjualan lansung,cara ini akan
efektif dilakukan pada saat Pegawai pegawai tersebut sehabis gajian.
6.2 Studi
Hasil Penjualan
Untuk
melihat apakah penjualan suks
es atau
gagal hendaknya kita harus memasang target penjualan.Target penjualan ini bias
ditentukan tiap hari,tiap minggu atau tiap bulan.
Toleransi untuk mengukur apakah penjualan kita baik atau tidak dapat dilakukan
dengan angka pencapaian dalam Prosentase,misalnya saja apabila penjuala
n dibawah
65% maka kita anggap gagal. Namun demikian pada tahap tahap awal kita tidak
boleh memasang target terlalu optimis mengingat produk yang kita jual ini masih
relative baru sehingga belum banyak konsumen yang tahu.
PROPOSAL USAHA KECIL
RM.AYAM KREMES
7.LAPORAN
KEUANGAN
7.1 Neraca
Aktiva
Kas
: Rp. 7.500.000
Perlengkapan
kantor
: Rp. 3.000.000
Biaya
gaji
: Rp. 2.500.000
Biaya
sewa
: Rp. 5.000.000
Peralatan
: Rp.
6.500.000
+
Jumlah
aktiva
Rp. 24.500.000
Kewajiban
Pendapatan
: Rp. 9.000.000
Utang
dagang
: Rp. 3.000.000
Modal
Modal
: 12.500.000
+
Jumlah
kewajiban
R p. 24.500.000
PROPOSAL USAHA KECIL
RM.AYAM KREMES
8.PENUTUP
Bahwa dalam
melakukan usaha dituntut untuk serius dan Fokus,kita tidak bisa dalam memulai
bisnis itu secara setengah tengah,dan dikerjakan sambil lalu meskipun usaha
tersebut berupa usaha sampingan. Kegagalan berusaha sebenarnya bukan disebabkan
oleh orang lain namun berasal dari diri kita sendiri, dengan demikian ketekunan
dalam menjalankannya adalah suatu keharusan. Perhitungan perhitungan yang
matang selayaknya dilakukan di awal awal memulai usaha karena sekali kita salah
dalam perhitungan diawal maka yang terjadi adalah efek Berantai dimana kita
akan terus menerus mengalami kesalahan,sementara modal lama kelamaam tersedot
habis. Sudah sewajarnya apabila kita ingin memulai usaha belajar kepada mereka
yang lebih sukses agar kita dapat memilah mana yang pas dan mana yang kurang.
Dengan demikian kita akan terhindar dari resiko yang lebih besar.

0 komentar:
Posting Komentar